Macam- macam Piagam HAM serta Muatan( Isi) Hak Asasi Manusia dalam Piagam HAM Indonesia

Berikut ini ialah ulasan tentang piagam ham yang meliputi Muatan Hak Asasi Manusia dalam Piagam HAM Indonesia, piagam ham, penafsiran piagam ham, macam- macam piagam ham, piagam ham merupakan, piagam ham sejagat, piagam ham internasional, isi piagam ham.

Macam- macam Piagam HAM

Berikut ini merupakan sebagian berbagai contoh piagam HAM;

Tahun 627-
Piagam Madinah.

Tahun 1215-
Magna Charta, Inggris.

Tahun 1679-
Habeas Corpus Act, Inggris.

Tahun 1689-
Bill Of Rights, Inggris.

Tahun 1789-
Declaration des Droits de L’ homme et du citoyen, Perancis piagam hak asasi manusia .

Tahun 1945-
Fundementals of Human Rights, Piagam Pendirian PBB.

Tahun 1948-
Umum Declaration of Human Rights, PBB.

Tahun 1966-
International Covenants on CP& ECOSOC Rights, PBB.

…sekarang-
Bundles of International Conventions, PBB; Vienna Declaration 1993, PBB.

Muatan Hak Asasi Manusia dalam Piagam HAM Indonesia

Dalam pembukaan Piagam HAM Indonesia, dinyatakan hal- hal selaku berikut.

Manusia dianugerahi hak asasi serta mempunyai tanggung jawab dan kewajiban buat menjamin keberadaan, harkat, serta martabat kemanusiaan, dan melindungi keharmonisan kehidupan.

Hak asasi merupakan hak- hak dasar yang menempel pada diri manusia secara kodrati, umum, serta abadi selaku anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak boleh diabaikan serta dirampas oleh siapa juga.

Pemikiran bangsa Indonesia tentang hak asasi manusia serta kewajiban manusia bersumber pada ajaran agama, nilai moral umum, serta nilai luhur budaya bangsa, dan bersumber pada Pancasila serta UUD 1945.

Bangsa Indonesia selaku anggota Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB), memiliki tanggung jawab buat menghormati syarat yang tercantum dalam Umum Declaration of Human Right.

Baca Juga : 5 Metode Memperlancar Permainan Berat Di Komputer Serta Laptop( Nomor Lag Lag Club)

Formulasi hak asasi manusia pada dasarnya dilandasi oleh uraian sesuatu bangsa terhadap citra, harkat, serta martabat diri manusia itu sendiri. Bangsa Indonesia memandang kalau manusia hidup tidak terlepas dari Tuhan- nya, sesama manusia, serta lingkungannya.

Pada hakikatnya, bangsa Indonesia menyadari, mengakui, serta menjamin hak asasi dan menghormati hak asasi manusia orang lain selaku sesuatu kewajiban. Oleh sebab itu, hak asasi manusia serta kewajiban manusia terpadu serta menempel pada diri manusia selaku individu, anggota keluarga, anggota warga, anggota sesuatu bangsa serta masyarakat negeri, dan anggota warga bangsa- bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *