Tidak perlu menyemprotkan desinfektan pada kemasan makanan, kata ahli

Pandemi COVID-19 telah mengubah cara hidup kita. Apa yang sebelumnya dianggap sebagai aktivitas biasa, seperti memesan makanan dari layanan pengiriman online atau makan takeaway, kini dapat menjadi sumber ketakutan tentang kemungkinan penularan virus.

Banyak yang beralih menggunakan disinfektan atau cairan antiseptik untuk perlindungan, bahkan ada yang menyemprotkan disinfektan ke semua benda tidak hidup, termasuk kemasan makanan plastik.

Warga Jakarta Pusat, Sicillia “Angie” Anggriani Puspitasari, misalnya, selalu berbekal botol semprot berisi cairan antiseptik setiap kali menerima pesanan makanan. Dia mengatakan kepada The Jakarta Post bahwa dia telah menyemprotkan cairan tersebut ke kemasan makanan, tas kerja, dan barang-barang belanjaan sejak Maret.

Angie mengaku mengetahui produk tersebut dari daftar disinfektan yang dikeluarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ibu dari seorang putri berusia 1 tahun mengatakan bahwa kebiasaan baru tersebut telah membuatnya tenang.

Namun, Direktur Pusat Ilmu dan Teknologi Pangan dan Pertanian Asia Tenggara (SEAFAST) IPB Nuri Andarwulan mengatakan praktik penyemprotan disinfektan pada kemasan makanan plastik sudah agak berlebihan.

Nuri berkata itu tidak perlu selama kemasannya masih utuh.

Pastikan piring bersih, cuci tangan setelah membuka kemasan dan ambil makanan serta alat makannya, cukup,” ujarnya.

Selama kelas online untuk jurnalis yang diselenggarakan oleh Nestle, Nuri juga menyampaikan bahwa organisasi internasional seperti Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Otoritas Keamanan Pangan Eropa telah merilis pernyataan yang menginformasikan kepada publik bahwa COVID -19 tidak dapat ditularkan melalui makanan.

Dia juga memperhatikan ada klaim yang dibuat di media sosial dan oleh outlet media bahwa virus dapat tetap berada di permukaan plastik selama antara dua jam hingga lima hari. Kita perlu memeriksa informasinya dengan cermat. Itu adalah studi untuk jenis virus korona yang berbeda, bukan COVID-19, ”katanya.

Mengacu pada  Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) , Nuri mengatakan virus itu menyebar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan, menambahkan bahwa tetesan tersebut mungkin jatuh ke permukaan atau benda.

Ada kemungkinan seseorang dapat tertular virus dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata mereka sendiri. Untuk catatan terakhirnya, Nuri menekankan bahwa kebersihan yang baik adalah kunci untuk menghindari tertular COVID-19.

Jika Anda ingin membunuh bakteri dan virus yang berbahaya seperti Corona di sekitar rumah maupun kantor, Anda dapat menghubungi jasa penyemprotan disinfektan bandung yang sangat profesional dan dapat di andalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *